Angin

saat dingin malam menusuk tulang sendi…

semuanya kaku,

tak bisa bergerak sama sekali,

andai aku bisa menjadi api,

aku akan menghangatkan suasana ini,

tapi sayang aku hanyalah angin,

yang selalu diantara kedua-duanya…

foto023

“teman”

bila malam dingin menusuk tulang,

hati tergetar dan semua menghilang,

tapi satu hal yang selalu di hati,

teman tak kan menghilang bersama mimpi

tapi kan selalu ada dalam hari-hari

my prend

my prend

Melayang

Saat melodi malam telah mulai berbunyi

ku tutup ke dua mataku,

Semuanya lebur hilang,

bersama ruh ku yang melayang,

Terbang menembus langit mimpi

dalam khayal yang semu

khayalan yang tak pasti

Mati

Saat sang mentari bersinar dengan penuh suka

Tak ada tawa yang ku dengar dari dirimu

wajahmu tak lagi bersinar..

aku merindukan senyum itu..

senyum yang selalu kau berikan untukku

kehangatan dalam dekapan

tak lagi aku rasakan

Putih pucat wajahmu kini

kaku tubuh dan tulangmu

Aku baru tersadar…

Kau mati…….

Malam Kehancuran

Kelam cahaya bulan

Tak ada sinar dalam malam

petang mencekam menusuk tulang

Sepi hati menusuk kalbu

Meremukkan semua angan

Hancur lebur semua

Ditelan malam kehancuran

Setitik Senyum

Semilir udara yang menerpaku

Gerimis mulai turun membasahi peluhku

Aku bernyanyi dalam duka

Hati yang remuk,telah membuatku kuat

Kan ku abaikan semua…..

Setidaknya, akan aku berikan

Setitik senyum dalam duka